Rabu, 17 April 2019

Perhatikan Hal ini Jika Leher Tegang

PelangiQQ - Leher tegang sering kali dianggap sebagai hal yang sepele karena bisa terjadi kapan saja, termasuk saat menunggu hasil hitung cepat atau quick count pilpres 2019. Dilansir dari Spine Health, ada beberapa hal yang menyebabkan leher tegang.

Di antaranya tidur dengan posisi leher yang salah, jatuh atau cedera akibat olahraga, terlalu sering membungkuk dalam waktu lama, menggunakan ponsel di antara leher dan bahu saaat menelepon, dan mengalami stres atau kecemasan yang berlebihan.

Menurut Medical Advisor Kalbe Nutritionals dr Ervina Hasti W, tegang akibat stres biasanya muncul dengan gejala lainny  seperti nyeri di bagian belakang kepala, kanan, dan kiri dahi, serta di belakang bola mata.

""Tegang di sekitar leher bisa terjadi karena mengalami stres. Hal ini disebut dengan sakit kepala tegang atau Tension Tupe Headache (TTH). Biasanya selain tegang pada leher juga akan merasa nyeri dan tekanan di bagian belakang kepala, kanan dan kiri dahi, belakang bola mata. "ujar dr. Ervina kepada PelangiQQ

dr Ervina mengatakan tubuh membaca stres sebagai suatu ancaman sehingga tubuh melepaskan sekelompok hormon stres seperti adrenalin, norepinefrin, dan kortisol dalam jumlah banyak sebagai cara untuk melindungi diri. Hormon-hormon tersebut bekerja untuk mematikan fungsi-fungsi tubuh yang sedang tidak diperlukan.

Di saat bersamaan, lanjutnya, hormon adrenalin dan kortisol menyebabkan peningkatan detak jantung dan pelebaran pembuluh darah untuk mengalirkan darah ke bagian-bagian tubuh yang berguna untuk merspons secara fisik seperti kaki dan tangan.

"Karena jantung memusatkan aliran darahnya ke bagian bawah tubuh, otak jadi tidak mendapatkan asupan darah beroksigen yang cukup. Akibatnya fungsi organ menurun. Inilah yang menjadi penyebab kenapa banyak orang mengalami leher tegang saat stres. Stres juga dapat menyebabkan ketegangan berlebihan pada otot yang berada di daerah kepala," lanjut dr. Ervina.

Selain menyebabkan leher tegang, ujar dr Ervina, stres juga bisa memicu produksi kolestrol karena hormon adrenalin dan kortisol dilepas dalam jumlah yang lebih banyak, akibatnya memicu produksi kolestrerol. Semakin tinggi tingkat stres, maka makin tinggi produksi kolesterol," sambung dr Ervina.

Menurutnya, kolesterol dalam darah dapat menyebabkan penumpukan plak aterosklerosis pada dinding pembuluh darah hingga mengakibatkan terjadinya penyakit yang berkaitan dengan pembuluh darah seperti penyakit jantung koroner dan stroke.

Agar kadar kolesterol tetap terjaga, dr Ervina menyarankan untuk menetapkan 7 langkah TANGKAL kolesterol, yakni Teratur periksa kolesterol, Awasi asupan dan pola makan, Nikmati hidup tanpa rokok dan minuman beralkohol, Giat berolahraga, Kendalikan berat badan dan hindari stress, dan Awasi tekanan darah.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cara Mengetahui Apakah Bau Badan Kita Mengganggu

                                                                                                                  POKER Hidung kita mungkin ...